5 Jenis Pola Asuh Anak yang Baik Menurut Psikologi

Pola asuh dari orang tua pada anak-anaknya akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan si anak tersebut.




Maka orang tua harus menerapkan pola asuh yang tepat dalam mendidik dan membesarkan anak, karena untuk menjaga anak sampai usianya dewasa itu tidak mudah.


Diperlukan pola asuh anak yang baik dan tepat menurut psikologi, agar pertumbuhan dan perkembangan anak juga baik.


Orang tua juga harus siap memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Namun, yang terbaik untuk anak-anak bukan berarti selalu memberi apa yang mereka inginkan tetapi apapun yang mereka butuhkan.


Pola asuh yang baik yang sudah diterapkan sejak anak-anak kecil akan meningkatkan perkembangan fisik mereka, sosial, emosional dan intelektualitas mereka.


Hingga pada akhirnya mereka bisa hidup secara mandiri dengan baik dan tidak melulu bergantung kepada orang tuanya.


Itulah sebabnya Anda harus menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat, baik secara fisik maupun mental.


Macam-macam Pola Asuh Anak yang Baik Menurut Psikologi

Untuk mengetahui apa saja pola asuh anak yang baik tersebut, Anda bisa simak penjelasannya sebagai berikut:


1. Parenting Otoritatif




Jenis pola asuh yang baik bagi anak yang pertama adalah parenting otoritatif. Ciri dari parenting otoritatif ini diantaranya yaitu sebagai berikut:


Orang tua mengatur batas yang dimiliki anak tapi juga memberi pemahaman kepada mereka, serta tanggap pada setiap kebutuhan anak tersebut.

Orang tua yang menerapkan pola asuh seperti ini akan bersikap hangat pada anak dan menjelaskan mengenai setiap aturan yang diterapkan di rumah.



2. Parenting Permisif

Menurut media psikologi ePsikologi.com menjelaskan bahwa parenting permisif ditandai dengan orang tua yang memberi kebebasan pada anak-anak, tanpa ada batasan.


Awal mula pola asuh ini berasal dari orang tua yang memberi semua keinginan anak, tanpa berpikir apa dampak bagi anak tersebut.


Sehingga anak tidak terbiasa tanggung jawab atas hidupnya, mengatur hidupnya sesuka hati, hingga peran orang tua pada anak minim sekali.



3. Parenting Acuh Tak Acuh



 

Jenis pola asuh yang selanjutnya adalah parenting acuh tak acuh. Pola ini membuat orang tua tidak bersikap hangat pada anak, cirinya yaitu:


Orang tua tidak memantau segala aktivitas anak.

Anak-anak disepelekan sehingga mereka akan merasa ketakutan, gelisah, dan juga stres karena tak ada dukungan dari orang tua.

Namun dari segi baiknya, anak menjadi lebih mandiri karena tidak terlalu bergantung pada orang tua.


Meski begitu, pola asuh ini tidak dianjurkan untuk orang tua karena bisa memberikan rasa tidak dipedulikan untuk anak.



4. Parenting Pendampingan

Pola asuh selanjutnya adalah pendampingan. Jenis pola asuh ini direkomendasikan dalam ilmu psikologi.


Sebab, kehadiran orang tua sangat berperan penting bagi anak dan bisa memberi dampak yang baik untuk perkembangan anak. Cirinya yaitu sebagai berikut:


Orang tua berharap anak-anak mau mengeksplorasi lingkungan sekitar sehingga mereka bisa belajar banyak hal.

Orang tua memberi batasan yang jelas dan membiasakannya pada anak-anak.



5. Pola Asuh Demokratis



 

Pola asuh ini juga menjadi pola asuh yang baik bagi anak-anak hingga mereka dewasa. Pola ini juga cocok bagi anak yang sudah dewasa tetapi sulit diajak kompromi.


Hal ini akan memberi kesempatan pada orang tua, yang menganggap anak-anak sebagai teman sehingga mereka bebas mengemukakan pendapatnya.


Itulah jenis-jenis pola asuh anak yang baik menurut ilmu psikologi.


Pada dasarnya, masih banyak lagi cara mengasuh asuh anak yang baik menurut psikologi dan bisa Anda terapkan dengan kelebihan serta kekurangannya masing-masing.


Oleh sebab itu, bijaklah memilih pola asuh anak yang baik dan tepat, agar proses pertumbuhan atau perkembangan anak menjadi lebih berkualitas.


Post a Comment for " 5 Jenis Pola Asuh Anak yang Baik Menurut Psikologi"